Asma: Faktor Penyebab, Gejala, Pengobatan & Pencegahan Asma

Jan 29, 2020 | Artikel Kesehatan

Komite Staf Medis Paru

RSUD dr. Mohamad Soewandhie

Hai sahabat sehat, Anda sering sesak napas? Apakah itu gejala asma? Bagaimana langkah-langkah pencegahan asma yang tepat?

Mari kita ketahui lebih lanjut informasi seputar faktor, gejala, pengobatan hingga cara pencegahan asma. Asma adalah suatu kelainan berupa peradangan kronik saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas (hiperaktifitas bronkus) sehingga menyebabkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk terutama pada malam atau dini hari.

Penyebab pasti dari penyakit asma belum diketahui.  Para peneliti berpikir beberapa interaksi faktor genetik dan lingkungan bisa menyebabkan asma, paling sering terjadi pada awal kehidupan. Apa saja faktor penyebab tersebut?

  1. Kecenderungan untuk mengembangkan alergi, yang disebut atopi
  2. Orang tua yang memiliki asma
  3. Infeksi saluran pernapasan tertentu selama masa kanak-kanak
  4. Kontak dengan beberapa alergen udara atau paparan ke beberapa infeksi virus pada masa bayi atau pada anak-anak usia dini ketika sistem kekebalan tubuh berkembang

Adapun gejala-gejala yang muncul pada penderita asma antara lain: batuk berdahak, sesak napas, napas berbunyi (mengi), Ada riwayat alergi, Ada riwayat asma dalam keluarga. Gejala-gejala tersebut juga mempunyai ciri khas karena adanya faktor pencetus, Berulang atau hilang timbul, Memburuk pada malam hari, Dapat reda spontan dengan atau tanpa pengobatan.

Faktor pencetus adalah faktor yang dapat memicu timbulnya asma. Tiap individu mempunyai faktor pencetus yang tidak selalu sama atau berbeda. Adapun factor-faktor pencetus asma antara lain,

  • Bulu binatang
  • Asap rokok
  • Asap rumah tangga
  • Debu pada bantal dan kasur
  • Bau-bauan yang menusuk
  • Obat semprot pembunuh serangga
  • Tepung sari dan bunga/tumbuhan
  • Perubahan cuaca
  • Kecapaian, kelelahan
  • Psikologis/stres
  • Sakit flu
  • Makanan/minuman tertentu : ikan laut, udang, kedelai, telur, susu, minuman bersoda.
  • Obat-obatan tertentu : aspirin, antibiotik, steroid

Apa yang perlu sahabat sehat lakukan untuk mengobati penyakit asma?

Dalam pengobatan asma ada dua hal yang perlu dilakukan, yakni meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Oleh karena itu, penting untuk menjalani pengobatan ke dokter, sehingga dapat diberikan obat untuk mengatasi asma.

Di samping melakukan pengobatan, pengidap asma juga harus menghindari dari hal-hal yang dapat menjadi pemicu asma kambuh. Biasanya, dokter akan merekomendasikan inhaler sabagai pengobatan saat gejala asma muncul.  Namun, penggunaan inhaler juga  berpotensi menyebabkan efek samping bagi pengguna.

Efek samping inhaler yang ringan, yaitu:

  • Pusing yang disertai sakit kepala.
  • Mengalami insomnia atau susah tidur.
  • Rasa nyeri pada otot.
  • Hidung tersumbat hingga meler.
  • Kering pada mulut dan tenggorokan.
  • Batuk meski bukan karena sedang sakit.
  • Sakit tenggorokan hingga suara serak.

Ada pula efek samping berat yang mesti diwaspadai. Sebaiknya segera hubungi dokter jika mengalami efek samping sebagai berikut:

  • Muncul rasa nyeri di dada, jantung berdenyut tidak beraturan.
  • Tremor pada tangan.
  • Muncul gejala kecemasan.
  • Tekanan darah menjadi tinggi.
  • Menurunnya kadar kalium dalam darah, yang apabila dibiarkan dapat menyebabkan rasa haus yang ekstrim, otot melemah dan lemas.
  • Kesulitan bernapas.

Efek samping dari inhaler dengan hormon steroid antara lain:

  • Sakit mulut.
  • Infeksi fungi pada mulut.
  • Tulang melemah pada dewasa.
  • Muncul glaukoma atau cairan di dalam mata, tekanan darah tinggi di mata bisa muncul dalam penggunaan jangka panjang.

Apabila terjadi serangan asma dengan gejala yang semakin parah, meskipun sudah melakukan penanganan dengan inhaler maupun obat, maka perlu tindakan medis di rumah sakit. Pasalnya, asma juga dapat membahayakan nyawa penderita.

Pencegahan asma lebih baik daripada mengobati.

Sahabat sehat, asma merupakan jenis penyakit yang dapat dikendalikan dengan mengatur pola hidup sehat. Selain itu, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut untuk memaksimalkan pencegahan asma:

  • Mengenali & menghindari pemicu asma.
  • Mengikuti anjuran rencana penanganan asma dari dokter.
  • Melakukan langkah pengobatan yang tepat dengan mengenali penyebab serangan asma.
  • Menggunakan obat-obatan asma yang telah dianjurkan oleh dokter secara teratur.
  • Memonitor kondisi saluran napas.

Perlu diperhatikan, penggunaan inhaler dapat meningkatkan reaksi asma. Oleh karena itu,  wajib untuk mendiskusikannya dengan dokter, supaya rencana penanganan asma disesuaikan dengan kebutuhan. Vaksinasi flu dan pneumonia pun sangat disarankan untuk dilakukan, supaya asma tidak memburuk.

Jika ada keluhan tentang kesehatan anda, segera periksa diri anda ke dokter. Jangan lupa cek kondisi kesehatan kita secara teratur untuk dapat membantu menemukan permasalahan dalam tubuh sebelum ada gejala terlihat.