Keluhan:

Saya pendamping pasien yang sudah di test PCR jum’at 1/07/2022 dari awal di depan poli bedah plastik saat skrining saya katakan jika saya tidak bisa mendampingi reyvalin untuk operasi celah langit2nya pada perawat saya sampaikan saya batalkan proses kelanjutan operasi reyvalin ternyata bisa maka nya saya lanjut.Tapi sungguh sangat disayangkan dibalik kemegahan kecanggihan dan keramah tamahan pelayanan para perawat yang baik hati RS.M.Soewandhi khususnya diruang bougenvil ada dokter yang tidak punya perasaan .Bukankah dokter harusnya cukup dalam tugasnya bukan mencongkel congkel urusan pribadi saya dengan pasien .Jujur saya sangat sangat kecewa itu semua dikatakan diruang dimana reyvalin terbaring pasca operasi.Apa tidak bisa hal2 yg menyangkut urusan pribadi pasien dikatakan diruang lain tapi apa urusan seorang dokter dengan identitas seorang pasien harus menditail apa tidak membaca sebelum nya disitupun sudah jelas tercatat .Harusnya seorang dokter tidak perlu bicara terlalu banyak menyangkut hal lain yang bukan juga urusan nya .Sungguh luar biasa sikap dokter bedah plastik rumah sakit RS.M Soewandhi yang arogan saya nilai.Seperti manusia yang ga punya otak.baginya kata2nya begitu sepele tapi buat saya dan reyvalin pukulan yang menyakitkan.Kalau belum banyak tau jalan cerita hidup kami sebaiknya jangan dulu banyak bicara.Terima kasih sebelum nya semoga bisa ada perbaikan kedepan nya menjadi lebih baik dalam menghadapi berbagai pasien dengan bermacam2 situasi dan kondisi pasien serta keluarga pasien untuk dokter yang galak yang saya rasa kurang piknik….tegas & disiplin pada tempatnya itu baik .Tapi dokter anda sudah keterlaluan.

Jawaban:

Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang diterima oleh Ibu. Terkait pengaduan tersebut dapat kami sampaikan bahwa petugas akan diberikan pembinaan terkait cara komunikasi terhadap pasien serta pelaksanaan pelayanan yang sesuai SPO (Standar Prosedur Operasional). Masukan Ibu akan menjadi bahan evaluasi dan masukan untuk perbaikan pelayanan kami ke depannya. Terima kasih