Pengaruh Berat Badan terhadap Penyakit Osteoarthtritis Sendi Lutut dan Panggul

Jan 16, 2020 | Artikel Kesehatan

dr. Bimo Sasono, Sp.OT.

Dokter Spesialis Orthopedi

Hai sahabat sehat, Apakah anda sering mengalami keluhan nyeri disekitar lutut atau panggul? Apakah itu gejala Osteoarthtritis?

Sahabat sehat, terlebih dahulu perlu kita pahami apa itu Osteoarthtritis. Osteoarthtritis adalah penyakit mengenai sendi terutama rawan sendi sehingga menimbulkan gangguan pergerakan sendi dan kekakuan sendi. Penyakit ini sering ditandai dengan rasa nyeri, kaku, bengkak dan kadang sendi menjadi bengkok. Sendi yang sering terkena penyakit Osteoarthtritis yaitu sendi pada bagian lutut, panggul, jari tangan, bahu serta tulang belakang. Menurut data RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya, Osteoarthtritis sering diderita pada bagian sendi lutut.

Faktor yang dapat menimbulkan penyakit Osteoarthtritis adalah usia, hormonal, berat badan, penyakit tertentu misal rheumatik dan trauma pada sendi. Perlu kita sadari bahwa pengobatan Osteoarthtritis akan menjadi efektif bila kita bisa mengetahui faktor dominan dan cara mencegahnnya.

Dari beberapa faktor yang dapat menimbulkan penyakit Osteoarthtritis, berat badan merupakan faktor yang relatif mudah untuk dicegah. Mencegah kegemukan atau obesitas merupakan cara pengobatan yang relatif mudah dibandingkan pencegahan yang lain, oleh karena itu kita perlu memahami pentingnya menjaga berat badan agar ideal dan mencegah terjadinya Osteoarthtritis pada sendi lutut kita.

Pengaruh berat badan pada sendi lutut dan panggul mempunyai efek meningkatkan gaya kompresi (tekanan) pada tulang rawan sendi sehingga proses wear and tear (keausan) pada sendi meningkat. Proses wear and tear ini akan menimbulkan debris (pengeroposan/pengikisan) pada ruang sendi sehingga terjadi peradangan pada sendi terutama pada bagian sinovium yakni cairan sendi berupa cairan kental yang melumasi sendi-sendi tubuh sehingga mudah untuk bergerak. Peradangan menimbulkan peningkatan sitokin dan makrofag sehingga kerusakan tulang rawan makin berat.

Maka dari itu, kita perlu memperhatikan berat badan ideal. Ada beberapa cara untuk menghitung berat badan ideal salah satunya adalah Body Mass Index (BMI). Menurut BMI berat badan dihitung dari perbandingan berat badan (kg) dantinggi badan (m2), dibawah ini perhitungan berat badan ideal menurut WHO,

BODY MASS INDEX (BMI)
CLASSIFICATIONBMI SCORE (kg/m2)
Underweight< 18.5
Normal18.5 – 24.9
Overweight25.0 – 29.0
Obese30.0 – 40.0
Extreme ObeseØ  40.0

Ada beberapa cara untuk mengatur berat badan kita, antara lain

  1. Mengatur Diet

Pengaturan diet merupakan cara yang sangat penting untuk menghitung jumlah kalori yang diperlukan setiap hari dan mengatur komposisi karbohidrat, protein dan lemak. Dibutuhkan 40% karbohidrat, 30% protein dan 30% lemak dari kebutuhan kalori sehari. Karbohidrat diutamakan dalam bentuk karbohidrat complex dengan glukosa index rendah.

  1. Olahraga

Olahraga dapat mempengaruhi 20-30% dalam penurunan berat badan, sehingga patut diperhitungkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari usaha penurunan berat badan. Olahraga dapat disesuaikan dengan umur dan kemampuan individu. Olahraga yang cukup dan dilakukan secara teratur akan edektif menurunkan berat badan. Perhitungan olahraga yangbaik dapat dilakukan dengan menghitung nadi, sebagai dasar perhitungan adalah nadi maksimum kita = 220 – umur, bila kita berolahraga yang cukup maka nadi harus tercapai 70% dari nadi maksimum dipertahankan selama 30 menit.

  1. Aktivitas sehari-hari

Aktifitas kita sepanjang hari juga mempengaruhi kecepatan mencapai berat badan yang ideal, sebagai patokan umum adalah aktifitas kita harus selalu disertai aktifitas fisik misalkan berjalan, mengankat barang atau benda, naik tangga, atau aktifitas lainnya.

  1. Pola hidup sehat

Pola hidup sehat meliputi pola makan, olahraga, minum cukup, istirahat malam minimal 6 jam sehari, kondisi ental yang sehat.

  1. Menghindari konsumsi obat-obat tertentu

Obat yang ada dipasaran sering menimbulkan masalah yang tidak disadari karena member rasa nyaman misalnya  pil KB dan obat yang sering diminum karena penyakit tertentu seperti corticosteroid pada asma dan obat lainnya.

Jika ada keluhan tentang kesehatan anda, segera periksa diri anda ke dokter. Jangan lupa cek kondisi kesehatan kita secara teratur untuk dapat membantu menemukan permasalahan dalam tubuh sebelum ada gejala terlihat.