Kanker Usus Besar: Deteksi Dini

Feb 24, 2020 | Artikel Kesehatan

dr. Fransiscus Arifin, Sp.B

 

Dr. Fransiscus Arifin, MSi, SpB-KBD, FInaCS, FICS

Dokter Spesialis Bedah Umum Konsultas Bedah Digestif

Seorang wanita muda datang ke tempat praktek dengan keluhan buang air besar disertai darah, yang sudah berlangsung selama 5 hari. Pada pemeriksaan di fasilitas kesehatan lain, pasien diberitahu bahwa yang diderita adalah ambeien, dan sudah mendapatkan obat untuk ambeien. Namun, BAB darah tetap ada, dan kadang disertai dengan demam yang hilang bila diberikan obat penurun panas. Pada pemeriksaan dengan proktoskop (alat yang digunakan untuk melihat ke lubang dubur), ternyata memang terdapat ambeien, tetapi tidak berdarah. Sumber perdarahan terletak lebih atas lagi, bukan pada muara dubur seperti pada ambeien. Gangguan buang air besar sering merupakan keluhan yang menyebabkan seseorang datang ke dokter. Pada banyak kasus, keluhan utama terkait ini sering berupa 3 hal: diare, konstipasi (sulit BAB) atau berak disertai darah. Pada sebagian besar kasus, keluhan-keluhan ini sering memiliki dasar kelainan yang sederhana dan jinak, seperti infeksi usus besar atau ambeien. Tetapi yang perlu disadari adalah bahwa ada kemungkinan lain, meski lebih jarang, bahwa keluhan ini bisa disebabkan oleh penyakit yang lebih serius, seperki kanker atau peradangan usus kronik.

Usus besar memiliki panjang sekitar 1 meter, dan keganasan dapat terjadi pada satu atau lebih bagian usus besar. Karena perubahan konsistensi tinja akibat penyerapan air terjadi sepanjang usus besar, maka gejala yang berhubungan dengan adanya kanker pada sepanjang usus besar bisa sangat bervariasi, tergantung lokasi kankernya.

Secara kasat mata, bentuk kanker pada usus besar dapat berupa:

  1. Benjolan yang tumbuh pada dinding dalam usus besar.
  2. Luka pada dinding usus besar.
  3. Pertumbuhan berbentuk cincin yang menyebabkan penyempitan usus besar.

Ketiga bentuk keganasan ini juga dapat menyebabkan perbedaan gejala yang muncul.

Gejala dan tanda yang sering menyertai adanya kanker usus besar juga sama dengan gejala dan tanda yang muncul pada kelainan usus besar lain: diare, konstipasi dan BAB disertai darah. Pada ukuran kanker yang lebih besar, bisa didapatkan benjolan yang keras pada perut (hal ini sering dikeluhkan sebagai “perut mengeras”).

Karena tidak mudah membedakan antara kanker usus besar dan penyakit lain yang lebih ringan, dan tidak adanya gejala yang khas, maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan yang lengkap dan deteksi dini , terutama bila gejala tidak hilang/berkurang dalam jangka waktu panjang. Kanker usus besar adalah kanker yang menyebabkan kematian nomor 2 terbanyak, dan peluang seseorang untuk terkena kanker ini secara umum adalah satu dari 20 pasien.

Pada kasus diatas, saran yang diberikan adalah dilakukan pemeriksaan kolonoskopi (teropong untuk melihat seluruh usus besar) dan biopsi (pengambilan jaringan untuk pemeriksaan jenis penyakit).