Transfusi Darah: Manfaat dan Resikonya untuk Pasien

Jan 16, 2020 | Artikel Kesehatan

Pelayanan transfusi darah adalah upaya pelayanan kesehatan berupa pemberian darah/ komponen darah kepada pasien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan atau pemilihan kesehatan. Pelayanan transfusi darah dilakukan oleh Unit Bank Darah di Rumah Sakit. Sahabat sehat juga dapat melakukan transfusi darah di Unit Bank Darah RSUD dr. Mohamad Soewandhie.

Sebelum darah diberikan ke pasien, dilakukan pemeriksaan pretransfusi. Pemeriksaan pretransfusi ini meliputi pemeriksaan golongan darah dan uji silang serasi (crossmatch). Selain itu sebelumnya juga dilakukan pemeriksaan serologi untuk menguji kelayakan darah agar terbebas dari penyakit oleh PMI.

Setelah melalui berbagai pemeriksaan, maka darah yang cocok akan diberikan ke pasien sesuai dengan permintaan dokter. Proses transfusi berlangsung selama sekitar 20 menit sampai 4 jam/kantong tergantung jenis darah/komponen darah yang diberikan. Pemberian darah kepada pasien dilakukan dengan monitoring keadaan fisik pasien dan juga monitor berkala dilakukan terhadap efek samping transfusi pasien dengan memperhatikan keluhan dan gejala pada pasien.

Apa Manfaat Transfusi Darah?

Pemberian transfusi darah diberikan dokter sesuai dengan indikasi medis. Berikut beberapa manfaat transfusi darah :

  • Meningkatkan kadar Hb (Hemoglobin) pada keadaan anemia,
  • Mengganti darah yang hilang karena perdarahan misalnya perdarahan saat melahirkan,
  • Mengganti kehilangan plasma darah misalnya pada luka bakar,
  • Mencegah dan mengatasi perdarahan karena kekurangan/kelainan komponen darah misalnya pada penderita thalasemia.

Apa Resiko Transfusi Darah?

Transfusi darah jika dilakukan dengan baik sesuai prosedur jarang mengalami komplikasi. Namun ada beberapa risiko reaksi terkait pemberian transfusi darah yang perlu kita perhatikan yaitu :

  • Demam, menggigil
  • Alergi, Gatal, kemerahan di kulit
  • Infeksi
  • Kelebihan cairan
  • Kelebihan zat besi
  • Sesak nafas
  • Sakit kepala
  • Cemas, gelisah
  • Syok
  • Nyeri dada, nyeri punggung
  • Penyakit graft versus host
  • Reaksi transfusi lambat : antara 24 jam sampai 2 minggu setelah transfusi

Apabila terjadi salah satu dari reaksi transfusi tersebut maka transfusi akan dihentikan dan dokter akan melakukan penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut.

dr. Yuni Setyowatiningsih, Sp.PK

Dokter Unit Bank Darah